HARAPAN UNTUKMU

Kupandangi terus lantai rumah sakit. Rasanya tiap menit begitu menyiksaku. Doa demi doa terus mengalir dari bibirku. Bila saja kau tidak berusaha menolongku, tentu bukan kau yang berbaring disana, diam dan damai.
”Pergilah denganku” kutolehkan kepalaku, kulihat seorang wanita memandangiku.
”Aku…” tak bisa kulanjutkan kata-kataku, terlalu pedih. Tak mau aku meninggalkanmu walau sesaat, itu tak mungkin kulakukan! Sesaat keheningan datang, itukah yang sedang kau rasakan? Hening?
”Mangapa ini yang terjadi? Mengapa ia menarikku?” suaraku terdengar putus asa,
”Kalau saja…waktu bisa kembali…” lanjutku.
”Tak ada yang bisa mengembalikan waktu, apalagi mengalahkan takdir” kata wanita itu sambil berjalan mendekat.
”Apakah ini takdir kami untuk berpisah?” tanyaku.
”Perpisahan adalah pasti” jawabnya. Aku menatapnya sesaat, mencoba untuk mencerna tiap kata yang diucapkannya.
”Maksudmu…? Bahwa.. dia akan pergi…”. Kutatap dirimu kembali, Tidak! Aku tidak ingin itu yang terjadi! Kau harus Bangun! Harus!
Tiba-tiba kau buka matamu dan namaku mengalir keluar dari mulutmu. Aku tahu! Aku tahu kau akan selamat! Airmataku kembali mengalir, bukan untuk kesedihan, namun kebahagiaan. Ibumu datang dan memegang erat tanganmu,
”Oh…truk itu…kau sudah berusaha, tapi..tapi dia tetap tertabrak..tak selamat…”. Aku terdiam mendengarnya. Apa maksud dari…tak selamat? Apakah aku..? Kutolehkan kepalaku, wanita itu tersenyum,
”Pergilah denganku…”.

2 Responses to “HARAPAN UNTUKMU”

  1. 'NanienSATU' Says:

    k..ga ngerti..!!

  2. nuna kelam Says:

    ternyata orang itu tuh udah MATI…
    gimana c ga ada yang ngerti..

Leave a Reply