Archive for December, 2005

Bioskop

Friday, December 23rd, 2005

Kubaca SMS itu berulang-ulang untuk memastikan aku tidak salah tempat dan
waktu. Sudah lebih dari dua minggu ini aku SMS-an dengan Hamsty (bukan nama
aslinya, nama itu kubuat karena semua bukunya bergambar hamster). Awalnya, kukira
semua SMS itu hanya keisengan temanku saja, tapi lama-lama aku semakin yakin
kalau itu Hamsty, teman sekelasku, dan dia tidak ‘iseng’.

Cukup lama aku menunggu di bioskop itu, hingga kulihat pelatih karateku datang.

“Hai, Kak” sapaku berbasa-basi. Dia menoleh dan tersenyum.

“Oh, Hai!” balasnya.

“Kok, kemarin gak datang, Kak?” tanyaku…basa-basi lagi. Pelatihku itu pun
langsung menjelaskan tentang ibunya…atau neneknya ya? Entahlah, pokoknya
tentang keluarganya yang sakit keras. Aku tidak begitu memperhatikan karena
saat itu…..Hamsty datang! Ia celingukan seolah-olah mencari seseorang…bukan,
pasti dia sedang mencariku!

“Banyak yang latihan?” tanya pelatihku.

“Oh, ehm lumayan, mungkin 20…” jawabku sambil memperhatikan Hamsty yang
masih celingukan. Dia belum tahu aku disini…berarti aku yang harus ke sana.

“Eh, Maaf, Kak aku mau…..” tak kuteruskan kata-kataku saat kulihat
seorang cewek mendatangi Hamsty. Sambil tersenyum, Hamsty pun merangkul cewek
itu. Tiba-tiba otakku membeku. Ini tidak mungkin terjadi!! Tidak!! Bagaimana mungkin
ia tega melakukan ini??!

“Kamu mau apa?” tanya pelatihku.

“Oh, gak..gak jadi..” aku sudah tak mampu berpikir.

“Kakak..nonton sendirian?” aku tahu pertanyaanku aneh, tapi hanya itu yang
terbersit di benakku untuk tetap bersikap sopan.

“Enggak”

“Sama siapa?”

“Sama kamu” jawab pelatihku sambil terus menatapku.

“Hah?”

“Oh ya, aku lupa, aku janji untuk miss call ya?” katanya sambil memencet
HP-nya. Seketika itu pula HP-ku berbunyi dengan nama Hamsty di layar. Ingatanku
kembali ke tiap SMS yang kuterima. Tidak satupun dari SMS itu  (jumlahnya ada 12 buah) yang dengan pasti
mengatakan itu dari Hamsty! Bahkan sesungguhnya, SMS itu bisa dari siapa saja! Aku
saja yang begitu yakin kalau itu dari Hamsty, hanya karena Hamsty membicarakan
hal yang sama dengan SMS yang kuterima malam sebelumnya.

Aku masih diam membisu saat kulihat pelatihku tersenyum padaku…

“Jadi, kamu mau nonton apa?”