Arti Kalimat
Monday, April 24th, 2006Bila kau ditanya apa arti kalimat ‘30% kemungkinan hidup’, apa yang akan kau jawab? Bagiku arti kalimat itu menentukan kehidupan masa depanku. Ketakutan dan harapanku yang menyatu dalam satu kalimat. Kalimat yang lebih baik daripada ‘hidup satu bulan lagi’. Kuharap, kudapatkan 30% itu dan aku bisa hidup selamanya.
Sesaat sebelum tidurku, aku mengingat seluruh keluargaku, saat-saat aku bersama mereka dan saat terakhir kutatap wajah mereka sebelum kumasuki ruang bedah. Aku tahu, aku mungkin tak akan bangun lagi. Dan sudah kubuat surat untuk setiap anggota keluargaku. Surat agar mereka tahu bahwa aku menyayangi mereka, agar mereka merelakan aku pergi bila memang harus begitu. Kupanjatkan sebuah doa sebelum kutarik nafas yang dalam dan kututup mataku ini…..
“….entahlah, mungkin saja…” kalimat itu yang pertama kudengar. Segalanya terlihat terlalu terang bagiku saat pertama kali kubuka mataku. Hatiku menjerit bahagia. Segala yang kuimpikan menjadi kenyataan! Aku….aku berhasil untuk hidup lebih lama! Airmata pun mengalir pelan dari mataku. Doa-doa syukur berhamburan dari dalam hatiku.
Aku ingin bangkit dari tempat tidur ini, namun sepertinya badanku tidak mau menuruti keinginanku itu, hanya tangan dan kakiku yang bergerak-gerak perlahan. Akhirnya kutolehkan saja kepalaku. Kulihat tante dan nenekku duduk terdiam. Mereka hanya memandangiku dengan takjub. Tentu saja, siapa yang menyangka bila aku akan berhasil? Bahkan aku pun sempat ragu.
Perlahan tanteku mendekatiku, senyumnya terlihat seperti dipaksakan.
“Syukurlah…kau akhirnya sadar…sudah seminggu ini kau tidak bangun” kata tanteku sambil mengusap airmatanya
“Kami kira kau tak akan kembali” sambungnya.
“I…ibu… ayah…” kataku lirih. Entah kemana tenaga itu hilangnya.
“Dokter bilang, kamu akan sehat kembali” kata tanteku.
“Kakak….a…dik….” kataku lagi sambil menolehkan kepalaku kearah yang lain. Hatiku mulai marah melihat ketidakhadiran anggota keluargaku. Dan saat itulah aku melihat gambar itu, sebuah gambar di koran yang menghilangkan segala rasa dan pikiran. Nafasku tercekat, jantungku terasa berhenti berdetak.
“Siapa yang menaruh itu disana??!” Kudengar tanteku berteriak marah. Dengan cepat ia bergerak kearah koran itu dan mengambilnya.
“Tante….apa itu…” Tanteku hanya memeluk koran itu, airmatanya bercucuran dan diantara tangisnya ia berkata,
“Keluargamu….saat pulang dari rumah sakit kemarin, ada petir yang menyambar pohon. Pohon itu….pohon itu……dan mobil ayahmu…..hancur…” Aku hanya menatap kosong tanteku.
Bila kini kau ditanya apa arti kalimat ‘30% kemungkinan hidup’, apa yang akan kau jawab? Bagiku kini, kalimat itu tidak ada artinya….kecuali harapan dan ketakutan tapi bukan arti untuk kehidupan……