Archive for May, 2006

Dalam Mimpi

Sunday, May 14th, 2006

Sambil berbaring miring dan menahan rasa kantuknya, Fisya terus berpikir keras. Sesekali ia menghela nafas, yang ada di dalam kepalanya saat ini hayalah dua kata…kado dan Arka. Fisya pun tersenyum mengingat nama itu. Nama dari seseorang yang membuatnya merasakan arti dari ‘bertepuk sebelah tangan’.

Dan tahun ini Fisya sudah bertekad untuk tidak melewatkan kesempatan untuk memberikan Arka sebuah kado ulang tahun. Hanya saja, dengan dengan uang sisa 20.000…apa yang bisa dibeli? Bahkan sesungguhnya, Fisya tidak tahu apa yang disukai Arka……

Fisya menatap rak buku dihadapannya. Buku-buku itu tersusun dengan rapi. Tapi, tetap saja tidak dapat membantu Fisya untuk menentukan pilihan.

“Cari kado buat saya?”. Fisya menoleh dengan cepat dan melihat Arka yang berdiri disebelahnya sambil melipat tangan di depan dadanya. Tanpa menunggu jawaban dari Fisya, Arka pun mulai melihat-lihat buku di rak itu.

“Yang itu…” kata Arka sambil menunjuk salah satu buku. Fisya pun mengambil buku itu. Dibolak-balikkannya buku itu. Fisya merasa sedikit kecewa ketika melihat harganya yang sedikit melebihi budget yang dimilikinya. Ya….cuman lebih mahal lima puluh ribu saja. Fisya pun mengembalikan buku itu ke tempatnya tanpa berkata apapun. Tapi ia bisa merasakan tatapan Arka kepadanya, tatapan rasa kasihan. Arka pun kembali melihat-lihat. Cukup lama ia memperhatikan buku-buku yang ada sebelum ia menjentikkan jari dan menyuruh Fisya untuk mengikutinya.

“Yang itu saja…”

“Komik ini?”. Arka pun mengangguk.

“Sip ya?” kata Arka sambil hendak pergi.

“Tunggu! Kertas kadonya…..” kata Fisya sambil hendak berjalan, namun sesuatu menahan kakinya, ia pun goyah dan……

 

                                                      *****

“Kenapa kamu beli itu?” tanya Ersa sambil menunjuk komik yang dipegang Fisya.

“Tadi malam, aku mimpi, Arka kasih tahu aku kalau dia pengen komik ini!”

“Masa?”

“Iya! Sayangnya, aku gak sempet nanya kertas kado yang menurut dia bagus”

“Hahaha…makanya kamu beli dua kertas kado ya?”

“Iya! Menurut kamu, pake yang mana ya?” tanya Fisya.

“Kenapa gak tidur terus mimpi ketemu Arka lagi?” kata Ersa sambil tersenyum jahil.

“Eh, itu orangnya!” sambung Ersa sambil melirik Arka yang baru keluar ruangan sambil berbicara dengan temannya. Cukup lama, Arka berbicara dengan temannya di depan ruangan itu sebelum berjalan kearah Fisya. Fisya hanya bisa menahan nafas ketika Arka melewati dirinya. Tapi tiba-tiba Arka berhenti dan berbalik ke arah Fisya.

“Oh ya, Fisya, tentang kertas kado…..ehm….Gak usah dibungkus deh. Gitu aja. Biar bisa langsung dibaca” kata Arka sambil tersenyum dan kembali berjalan meninggalkan Fisya yang tak dapat berkata-kata lagi……